Views: 56
Acara Berbagi Praktik Baik MGMP Bahasa Jawa Wonogiri dibuka oleh Sularto selaku ketua Rayon, yang menegaskan pentingnya pembelajaran mendalam sebagai bagian dari delapan dimensi kompetensi abad 21. Beliau menekankan bahwa perangkat pembelajaran adalah acuan utama dalam melaksanakan proses mengajar yang efektif dan bermakna bagi peserta didik.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (RPPM) oleh masing-masing Sub Rayon. Sub Rayon 1 yang diwakili Sulistyowati membawakan materi parikan dan wangsalan, memperlihatkan bagaimana sastra Jawa dapat diajarkan secara kreatif dan menyenangkan. Dari Sub Rayon 2, Radian Dedi menyampaikan materi Ramayana Kidang Kencana, menghadirkan kedalaman nilai dan kearifan dalam pengajaran cerita epos.
Sub Rayon 3 disampaikan Shinta Aprilia menampilkan materi pawarta, menunjukkan strategi penyajian teks informasi secara menarik dan komunikatif. Penutup disampaikan oleh perwakilan Sub Rayon 4, Ibu Rahayuningsih dengan materi Anoman Duta, yang memperlihatkan penguatan karakter melalui tokoh pewayangan, memberikan penekanan pada karakter unggah-ungguh dan keteladanan.
Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana hangat, penuh kolaborasi, dan semangat saling menguatkan. Para peserta mendapatkan pengalaman baru sekaligus inspirasi dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Jawa yang lebih kreatif dan relevan bagi generasi masa kini.
Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi bukti bahwa MGMP Bahasa Jawa Wonogiri terus bergerak maju, menjunjung tradisi sekaligus menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. kolaborasi antar guru yang tampak dalam forum ini menjadi modal penting untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermutu, berakar pada budaya, dan berdampak bagi masa depan peserta didik.






Ratna Prabandari_SMP 1 Ngadirojo
