1. Beranda
  2. Berita
  3. Transformasi Pembelajaran, MGMP Bahasa Indonesia Subrayon 01 Wonogiri Perkuat Strategi Peningkatan Hasil TKA

Transformasi Pembelajaran, MGMP Bahasa Indonesia Subrayon 01 Wonogiri Perkuat Strategi Peningkatan Hasil TKA

Transformasi Pembelajaran, MGMP Bahasa Indonesia Subrayon 01 Wonogiri Perkuat Strategi Peningkatan Hasil TKA

Wonogiri – Menyambut Bulan Bahasa 2026 sekaligus sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), MGMP Bahasa Indonesia SMP Subrayon 01 Wonogiri menggelar Sosialisasi Transformasi Pembelajaran. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (10/9/2026) di  SMP Negeri 1 Wonogiri tersebut, diikuti guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dari SMP/MTs negeri dan swasta se-Subrayon 01 Wonogiri.

Kepala SMP Negeri 1 Wonogiri, Suparno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia. Menurutnya, tantangan guru Bahasa Indonesia ke depan semakin kompleks seiring dengan dinamika perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi. “Kita dihadapkan pada dinamika perkembangan zaman. Anak-anak mulai tergerus arus globalisasi sehingga pemahaman terhadap Bahasa Indonesia perlu terus diperkuat. Ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab kita sebagai guru Bahasa Indonesia untuk menjaga Bahasa Indonesia di tengah pengaruh bahasa internasional yang semakin kuat di lingkungan peserta didik,” ujarnya.

Suparno menambahkan, tantangan tersebut perlu dijawab dengan menghadirkan pembelajaran yang menarik, relevan, dan mampu menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Bahasa Indonesia. Mewakili MKKS Rayon Wonogiri, Suparno juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan MGMP tersebut. Ia berharap kegiatan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi guru, tetapi memberikan dampak nyata terhadap kemampuan peserta didik, khususnya dalam bidang literasi dan numerasi. “Mudah-mudahan kegiatan ini benar-benar bermuara pada peningkatan kompetensi guru, lebih utama lagi peningkatan kompetensi peserta didik, baik dalam literasi maupun numerasi,” ungkapnya.

Menurut Suparno, kegiatan MGMP merupakan bagian penting dari upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendorong peningkatan hasil TKA peserta didik. Upaya tersebut, kata dia, tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi harus dimulai dari peningkatan kapasitas guru dan diterapkan secara konsisten di satuan pendidikan. “Peningkatan hasil TKA tidak dapat dilakukan secara instan. Diawali dari kegiatan seperti ini, kemudian diimplementasikan di satuan pendidikan. Muaranya tentu adalah peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar anak-anak kita,” tegasnya. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan di Kabupaten Wonogiri, khususnya pada jenjang SMP.

Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Subrayon 01 Wonogiri, Hery Susanto, berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan terobosan dalam pembelajaran yang pada akhirnya mampu mendongkrak hasil TKA peserta didik. Menurut Hery, guru merupakan ujung tombak pembelajaran di sekolah. Karena itu, guru perlu terus mengembangkan strategi dan menemukan solusi agar peserta didik mampu menghadapi TKA dengan lebih baik, terutama pada aspek literasi. “Guru sebagai ujung tombak di sekolah masing-masing diharapkan mampu menemukan solusi bagaimana anak-anak bisa berhasil dalam TKA, terutama dalam literasi,” kata Hery.

Memasuki sesi inti, kegiatan diisi dengan Bedah Soal TKA yang dipandu oleh Sriyono, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Rayon Wonogiri. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memetakan kembali materi pembelajaran agar tidak sekadar berfokus pada hafalan, tetapi pada penguasaan kompetensi dan materi esensial dalam kurikulum. Peserta juga menganalisis berbagai tipe soal berbasis literasi serta membahas strategi menjawab soal secara efektif dan efisien. Pemetaan kembali materi menjadi bagian penting dalam transformasi pembelajaran. Dengan memahami materi esensial, guru dapat menentukan kompetensi yang benar-benar perlu dikuasai peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, guru diharapkan mampu menyelaraskan pembelajaran di kelas dengan tuntutan kemampuan yang diukur dalam TKA. Guru juga didorong untuk mulai membiasakan penyusunan soal dengan pola yang menuntut kemampuan berpikir, sehingga peserta didik memiliki pengalaman menghadapi soal yang tidak hanya meminta mereka mengingat informasi. Soal dan aktivitas pembelajaran perlu diarahkan untuk melatih peserta didik dalam memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan menggunakan informasi. Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu membangun kemampuan literasi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Transformasi pembelajaran tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kesiapan peserta didik menghadapi TKA sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.Selain bedah soal TKA, kegiatan juga diisi dengan koordinasi dan penyampaian informasi mengenai Lomba Pidato dan Membaca Puisi yang akan dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2026.

Sri Hartini, S. Pd.

Bagikan Berita

WhatsApp Facebook X (Twitter) Telegram