NGADIROJO, MGMP IPA Subrayon 01 Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan kegiatan bertema “Bedah Soal-soal TKA” pada hari Sabtu (12/09/2026) pukul 09.00 –11.00 WIB di SMP Negeri 1 Ngadirojo. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Ketua MGMP IPA Kabupaten Wonogiri, Sri Wibowo, yang menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari program peningkatan kompetensi guru IPA dalam menghadapi perkembangan asesmen. Selain membahas penyusunan soal TKA, peserta juga memperoleh informasi mengenai rencana pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran. Selanjutnya, Koordinator MGMP IPA Subrayon 01, Ais Widayanti, mengajak para guru untuk terus semangat belajar dan mengembangkan kompetensi profesional. Menurutnya, perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Sambutan kemudian disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 1 Ngadirojo, Agus Dwianto, yang menyambut hangat seluruh peserta serta memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital di sekolah sebagai sarana pendukung pembelajaran yang lebih efektif dan menarik.
Kegiatan inti menghadirkan Sunarno, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya yang bertajuk “Menebak TKA IPA 2026”, beliau mengupas berbagai karakteristik dan kemungkinan bentuk soal TKA yang dapat menjadi acuan bagi guru dalam mempersiapkan peserta didik. Narasumber menjelaskan bahwa bentuk soal TKA berpotensi terdiri atas pilihan ganda tunggal, pilihan ganda kompleks, serta soal kategori benar-salah atau sesuai-tidak sesuai. Selain itu, peserta diajak memahami sistem penskoran pada masing-masing tipe soal agar mampu menyusun instrumen penilaian yang lebih tepat dan sesuai dengan karakter asesmen yang berkembang saat ini.
Lebih lanjut, Sunarno menjelaskan bahwa soal-soal TKA dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir pada berbagai tingkat kognitif, mulai dari pemahaman, aplikasi, hingga analisis. Karakteristik soal juga mengedepankan literasi dan numerasi melalui penggunaan stimulus berupa bacaan, wacana, data, maupun situasi kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam penyusunan soal, guru diharapkan menggunakan kalimat tanya yang jelas, menyusun rumusan pertanyaan secara cermat, serta melakukan telaah kembali terhadap kualitas soal sebelum digunakan. Dengan demikian, soal yang disusun tidak hanya mengukur hafalan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan penalaran peserta didik.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Berbagai pengalaman mengajar serta strategi menghadapi asesmen dibahas bersama sehingga menambah wawasan para guru IPA yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru IPA Subrayon 01 Kabupaten Wonogiri semakin siap menyusun soal yang berkualitas dan relevan dengan karakteristik TKA. Menutup kegiatan tersebut, Sunarno mengingatkan pentingnya mempersiapkan peserta didik secara menyeluruh. “Kerjakan semua soal TKA sesuai batas waktu yang tersedia dan biasakan peserta didik menghadapi berbagai bentuk soal yang menuntut penalaran. Dengan persiapan yang baik, hasil yang diperoleh akan lebih optimal,” ujar Sunarno.





