Views: 41
MGMP Bahasa Indonesia Subrayon 01 Wonogiri bekerja sama dengan MKKS Subrayon 01 Wonogiri pada Selasa (20/01) sukses menyelenggarakan kegiatan Bedah TKA Mata pelajaran Bahasa Indonesia. Betty Retno Wikaningtyas guru SMP Negeri 1 Wonogiri sebagai pembawa acara memulai kegiatan Bedah Soal TKA di SMP Negeri 3 Wonogiri pada pukul 08:00:00 WIB diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Bahasa Indonesia. Selanjutnya, Ais Widayanti Kepala SMP Negeri 3 Wonogiri dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kepercayaan MGMP Bahasa Indonesia dan MKKS Subrayon 01 Wonogiri menggunakan tempat di SMP Negeri 3 Wonogiri. Beliau juga menyampaikan bahwa TKA merupakan momen yang sangat penting, sebagai bentuk pelayanan kepada murid untuk meraih prestasi. Selain itu, beliau juga berharap semoga dengan pelaksanaan kegiatan ini bisa bermanfaat bagi murid dan guru Bahasa Indonesia.

Dalam sambutan kedua, Budi Sudaryatmo Ketua MKKS Subrayon 01 Wonogiri menyampaikan bahwa Rapor Pendidikan Kabupaten Wonogiri meningkat, baik SMP umum maupun SMP keagaamaan. Beliau juga menyampaikan TKA menjadi barometer dalam mengevaluasi kemampuan murid, sehingga guru bisa mengetahui kemampuan dan jenjang karier murid. TKA harus disiapkan dengan baik, jika asal-asalan tentu hasilnya tidak akan maksimal.


Kegiatan Bedah TKA Mata Pelajaran Bahasa Indonesia menghadirkan narasumber yakni Sriyono Ketua Rayon MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Wonogiri dan guru SMP Negeri 1 Wonogiri. Sriyono merupakan salah satu penulis soal TKA 2025 tingkat SMP. Beliau menjelaskan kegiatan ini dapat terlaksana berkat subsidi kegiatan kombel MGMP 2026, agenda tes MKKS Kabupaten Wonogiri, dan adanya Tes Kompetensi Akademik (TKA).

| Sriyono menyampaikan materi Bedah TKA mata pelajaran Bahasa Indonesia |
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilatarbelakangi oleh beberapa poin berikut:
- Kebutuhan Standarisasi: Adanya kebutuhan pelaporan capaian akademik individu murid melalui penilaian yang terstandar,
- Kesenjangan Nilai: Perbandingan data menunjukkan bahwa hasil penilaian internal satuan pendidikan cenderung menghasilkan skor yang lebih tinggi dengan variasi yang lebih kecil dibandingkan penilaian eksternal dari Kementerian,
- Solusi Seleksi: TKA menjadi solusi permasalahan seleksi akademik dengan menyediakan skor yang objektif dan dapat dibandingkan antar-satuan pendidikan (lintas sekolah),
- Acuan Pembelajaran: TKA digunakan sebagai acuan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran serta menjadi model penilaian pemahaman konseptual, pemecahan masalah, dan kemampuan bernalar, dan
- Bukan Penentu Kelulusan: TKA bukan merupakan instrumen evaluasi untuk menentukan kelulusan murid dari satuan pendidikan.
Sukses tidaknya Tes Kemampuan Akademik (TKA) sangat bergantung pada kualitas pembelajaran yang diberikan oleh guru-guru Bahasa Indonesia. Untuk itu, dalam mempersiapkan TKA, guru harus mengetahui kompetensi dan subkompetensi soal TKA SMP yang terdiri dari pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi. Pemahaman tekstual merupakan bagian soal dengan level kognitif relatif mudah, sedangkan pemahaman inferensial berisi soal dengan level kognitif sedang, kemudian untuk evaluasi dan apresiasi berisi soal yang memerlukan analisis lebih dalam.




Untuk TKA mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup tujuh materi teks informasi (teks deskripsi, teks prosedur, teks berita positif, teks eksplanasi, artikel ilmiah popular, teks ulasan, dan teks eksposisi) dan dua materi teks fiksi (teks puisi dan teks cerita pendek). Hasil TKA bukan untuk kelulusan murid, melainkan untuk keperluan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Pada sesi materi ini juga juga diadakan sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber di akhir sesi materi. Hingga di sesi penutupan, Sriyono menyimpulkan TKA 2025 adalah TKA perdana, guru harus fokus pada soal TKA yang sesuai dengan kisi-kisi yang sudah disampaikan pada kegiatan ini.


Nevita Nur Kholivah, S. Pd. (Guru SMP IT Al Huda Wonogiri)
