Views: 15

WONOGIRI – Menapaki semester genap tahun pelajaran 2025/2026, para guru IPA yang tergabung dalam MGMP IPA Sub Rayon 01 Wonogiri kembali menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Pada Sabtu (24/01/2026), puluhan guru IPA berkumpul di SMP Negeri 6 Wonogiri untuk mengikuti kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) dalam Pembelajaran IPA.”
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB ini dipandu oleh MC Sri Sutini, S.Pd. (SMPN 3 Ngadirojo) dan menghadirkan dua narasumber, yakni Drs. Mohammad Rofiqin, M.Pd. (SMPN 4 Selogiri) serta Muhammad Eko Nurhidayat, S.Pd. (SMPN 6 Wonogiri).
Apresiasi dan Tantangan Zaman
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala SMPN 6 Wonogiri, Marseno Aji, M.Pd. Beliau menekankan bahwa kehadiran fasilitas IFP dari pemerintah adalah tantangan sekaligus peluang. “Ini adalah tantangan bagi kita sebagai pendidik untuk terus beradaptasi. Maksimalkan fasilitas ini dan jangan berhenti belajar agar bisa mengimbaskan ilmu tersebut kepada rekan guru lainnya,” pesan beliau.


Senada dengan hal tersebut, Koordinator MGMP IPA Sub Rayon 01, Ais Widayanti, S.Pd. (Kepala SMPN 3 Wonogiri), mengapresiasi antusiasme peserta pada pertemuan perdana di semester dua ini. Beliau menyoroti bagaimana IFP dapat memperkaya pengalaman belajar siswa melalui video kontekstual dan interaktif yang mampu membuat murid lebih paham karena materi terasa lebih nyata.
Update Kurikulum dan Konsolidasi Organisasi
Dukungan penuh juga mengalir dari pengurus Rayon Kabupaten. Mewakili Ketua MGMP IPA Rayon Wonogiri, Sri Hartono, S. Pd. (SMPN 1 Selogiri) menyampaikan apresiasinya atas gerak cepat Sub Rayon 01. Beliau turut membawa kabar penting terkait perangkat ajar, yakni penyesuaian Buku Aktivitas Siswa (BAS) semester genap.
“BAS sudah disesuaikan dengan materi baru kelas 8, yaitu tentang Tekanan Zat. Bapak Ibu guru bisa menjadikannya acuan dalam penyampaian materi di kelas,” ujar Sri Hartono memberikan arahan teknis.
Sementara itu, Ketua MGMP IPA Sub Rayon 01 Wonogiri, Sri Wibowo, M. Pd. (SMPN 7 Wonogiri), dalam sambutannya tak lupa menyampaikan terima kasih kepada SMPN 6 Wonogiri yang telah memfasilitasi tempat dan sarana prasarana yang luar biasa. Ia mengajak seluruh anggota untuk memaksimalkan pertemuan ini demi kemajuan pendidikan di instansi masing-masing.


Pada kesempatan ini, Sri Wibowo juga memimpin sesi organisasi yang krusial, yakni penetapan Pengurus Antar Waktu (PAW) masa bakti tahun 2025–2027. Langkah ini diambil untuk mengisi kekosongan posisi akibat adanya pengurus yang purna tugas maupun mutasi promosi jabatan. Beliau juga menyambut hangat anggota baru yang bergabung dari beberapa sekolah.
Rangkaian sesi organisasi ditutup dengan laporan keuangan yang transparan dari Bendahara MGMP, Agustina Nur Hidayati, S.Pd. (SMPN 2 Ngadirojo), serta pemaparan agenda semester genap yang mencakup tiga pertemuan besar.



Fokus Materi: Mengoperasikan hingga Mengintegrasikan
Dalam sesi inti, Drs. Mohammad Rofiqin, M.Pd. mengupas tuntas aspek teknis IFP, mulai dari pengenalan fitur utama hingga cara mengakses sistem. Sementara itu, Muhammad Eko Nurhidayat, S.Pd. membawa peserta ke ranah praktis pembelajaran. Beliau mendemonstrasikan cara mengintegrasikan IFP dengan berbagai platform edukasi seperti Rumah Pendidikan, Padlet, hingga simulasi sains di Phet Colorado.


Antusiasme Peserta
Suasana di lokasi kegiatan tampak sangat hidup. Para peserta tidak hanya duduk menyimak, tetapi aktif mengeksplorasi tampilan IFP. Salah satu momen paling menarik adalah saat praktik langsung menginstal aplikasi screenshare, yang memungkinkan sinkronisasi perangkat pribadi ke layar IFP secara nirkabel. Diskusi seru antar guru terjadi saat mencoba berbagai simulasi interaktif yang tersedia.


Kegiatan ditutup dengan harapan besar bahwa teknologi IFP bukan sekadar pajangan di ruang kelas, melainkan alat bantu utama guru IPA dalam menciptakan pembelajaran yang modern, efisien, dan menyenangkan bagi siswa di Kabupaten Wonogiri.
Lina Lifah Pratiwi, S. Pd. | SMP IT Al Huda Wonogiri
