1. Beranda
  2. Berita
  3. MKKS Sub Rayon 01 Dorong Pembelajaran Digital dengan Interactive Flat Panel (IFP)

MKKS Sub Rayon 01 Dorong Pembelajaran Digital dengan Interactive Flat Panel (IFP)

Wonogiri, 11 Desember 2025 – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui teknologi digital, MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri melaksanakan pengimbasan hasil digitalisasi pembelajaran menggunakan Interactive Flat Panel (IFP) bertempat di SMP Negeri 6 Wonogiri.

Pada bulan Juni lalu, sebanyak 19 guru, satu kepala sekolah, dan satu pengawas dari Wonogiri mengikuti diklat dan workshop digitalisasi sekolah. Pasca kegiatan tersebut, pemerintah memperkenalkan IFP sebagai media pembelajaran interaktif yang inovatif. Peserta workshop kemudian memiliki tugas untuk mengimbaskan ilmu dan pengalaman mereka kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing.

Kegiatan pengimbasan hari ini didampingi langsung oleh koordinator pendamping sekolah Sri Hartatiningrum. Budi Sudaryatmo, ketua MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri, mengajak para guru untuk membuka “rumah pendidikan” digital melalui IFP sebagai referensi penting dalam penyusunan administrasi pembelajaran. Ia berharap setelah pelatihan ini, para guru menjadi lebih mahir dalam mengoperasikan perangkat IFP.

Sementara itu, Sri Hartatiningrum menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai salah satu komponen pembelajaran mendalam. Ia menjelaskan bahwa IFP dapat dioptimalkan dengan model “moving class,” sehingga pengelolaan jadwal penggunaan IFP harus dilakukan dengan baik agar seluruh guru memperoleh kesempatan yang sama dalam menggunakannya. Harapannya, IFP bukan hanya menjadi tren sesaat, melainkan digunakan secara konsisten dan berkelanjutan sebagai alat pembelajaran yang menarik sesuai dengan kreativitas guru.

Salah satu fitur unggulan IFP adalah papan tulis digital yang menjadi revolusi dari papan tulis konvensional. Meski penggunaannya semakin intensif, literasi dasar antara guru dan siswa harus tetap diprioritaskan dan menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya guru bahasa Indonesia. Sri Hartatiningrum juga menambahkan bahwa kemitraan dalam pembelajaran tidak hanya dengan pihak eksternal, tetapi juga antar internal sekolah, termasuk guru dan siswa terus terjalin.

Dalam sesi teknis, Muhammad Rofiqin memaparkan cara penggunaan IFP mulai dari menyalakan perangkat hingga memanfaatkannya dalam pembelajaran, seperti presentasi dan pembuatan dokumen langsung di IFP. Keunggulan IFP lainnya adalah kemampuannya terhubung secara nirkabel dengan laptop atau smartphone, sehingga tampilan layar bisa tersinkronisasi secara mudah. Papan tulis digital pada IFP bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari menulis, mengukur, hingga menjelaskan posisi pemain sepak bola yang dapat dimanfaatkan oleh guru PJOK.

Kegiatan ini disinggung juga mengenai pemanfaatan Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar yang lengkap bagi para guru. Rumah Pendidikan menyediakan berbagai bahan ajar, mulai dari video pembelajaran, materi tertulis, hingga latihan soal yang semuanya disajikan dalam platform yang menarik dan interaktif.

Ilustrasi dan animasi yang menarik di platform tersebut berhasil membangkitkan rasa penasaran siswa, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar mereka secara signifikan. Pola pembelajaran interaktif di Rumah Pendidikan pun mirip dengan aplikasi Indonesia Cerdas yang terdapat pada Interactive Flat Panel (IFP).

Selain sebagai sumber belajar, Rumah Pendidikan juga memudahkan guru dalam menyusun dan mengembangkan modul ajar. Hal ini sangat membantu guru, terutama ditengah kesibukan jam pelajaran dan berbagai aktivitas yang semakin padat.

Dengan hadirnya IFP, Guru diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran interaktif yang lebih modern dan efektif, guna mendukung peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh dan Wonogiri Khususnya.

(Awal)

Bagikan Berita

WhatsApp Facebook X (Twitter) Telegram