MGMP IPA Subrayon 01 Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pembelajaran pada 17 Oktober 2026 di SMP Negeri 7 Wonogiri. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembukaan oleh Rifat Nuraini selaku pembawa acara. Selanjutnya, Sri Wibowo menyampaikan laporan kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Sambutan kemudian disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 7 Wonogiri, Nurkholis Sidiq, yang mengajak para guru untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif guna mendukung pembelajaran yang lebih inovatif serta sesuai dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan inti menghadirkan Nur Widhi Hastuti sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan bukan hadir untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi mitra kreatif yang membantu mewujudkan ide dan imajinasi menjadi media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami murid. Berbagai platform AI diperkenalkan kepada peserta, di antaranya ChatGPT untuk menghasilkan ide, naskah, dan prompt; Gemini serta NotebookLM untuk mengolah berbagai sumber belajar; Google Flow untuk menghasilkan video berbasis AI; serta CapCut dan aplikasi penyunting video lainnya untuk menyempurnakan hasil akhir. Melalui berbagai demonstrasi, peserta memperoleh gambaran bahwa teknologi AI dapat membantu meningkatkan produktivitas guru dalam menyiapkan bahan ajar.

Pada sesi praktik, peserta diajak mengeksplorasi penggunaan NotebookLM untuk mengelola dan menganalisis berbagai sumber belajar, mulai dari dokumen PDF, artikel, situs web, video YouTube, hingga modul ajar. Narasumber juga mengenalkan teknik penyusunan prompt menggunakan kerangka PTCF (Persona, Task, Context, Format) sebagai kunci untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan sesuai kebutuhan. Menurutnya, semakin jelas dan rinci instruksi yang diberikan, semakin baik pula keluaran yang dihasilkan AI. Melalui pendekatan tersebut, guru dapat menghasilkan rangkuman materi, infografis, bahan presentasi, dan berbagai konten pembelajaran lainnya secara lebih efektif dan efisien.
Puncak kegiatan diisi dengan praktik mengubah materi ajar dan poster pembelajaran menjadi video berbasis AI menggunakan kombinasi ChatGPT dan Google Flow. Peserta mempelajari tahapan mulai dari menyusun deskripsi visual, membuat prompt video, mengatur adegan, hingga menghasilkan video pembelajaran yang siap digunakan di kelas. Suasana workshop berlangsung interaktif melalui diskusi, praktik langsung, dan berbagi pengalaman antar peserta.

Menutup kegiatan tersebut, Widhi mengajak para guru untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi demi meningkatkan kualitas pembelajaran. “Inovasi bukan soal teknologi yang tercanggih, tetapi siapa yang mampu menjadi yang terbaik,” ujarnya.