Wonogiri, Rabu, 7 Oktober 2026: Guru matematika MGMP SR 01 berkumpul di SMP Negeri 6 Wonogiri untuk mengikuti kegiatan bertema “Pemanfaatan Digitalisasi Pembelajaran Matematika”. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi guru agar semakin siap memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran di kelas.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh moderator, yang menyapa peserta dan menyampaikan susunan kegiatan hari itu. Moderator kemudian mempersilakan para pimpinan MGMP memberikan sambutan sebelum masuk ke kegiatan inti.
Sambutan pertama disampaikan Ketua MGMP Sub Rayon 01 Didik Meiyono. Beliau mengajak para guru merenungkan fenomena “membaca tapi tak paham, di kelas tapi tak belajar”. Banyak peserta didik yang secara fisik hadir di kelas dan mampu membaca, tetapi belum benar-benar memahami isi bacaan maupun terlibat dalam proses belajar. Fenomena ini menjadi tantangan bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan mampu menggerakkan keterlibatan siswa.

Berikutnya, Ketua MGMP Rayon Wonogiri, Gatot Wibowo menyampaikan pentingnya pemanfaatan IFP (Interactive Flat Panel) dalam kegiatan belajar mengajar. Perangkat ini diharapkan tidak hanya menjadi pajangan di ruang kelas, tetapi dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pembelajaran yang interaktif. Apresiasi kepada anggota MGMP Matematika SR 01 yang telah membuat soal-soal TKA, dan akan diaplikasikan untuk soal Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal.

Diskusi Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif
Beliau juga mengumumkan akan diadakannya lomba inovasi media pembelajaran bagi guru matematika se-Kabupaten Wonogiri. Lomba ini diharapkan memacu kreativitas guru dalam menghasilkan media pembelajaran yang menarik dan bermanfaat bagi peserta didik.
Koordinator Matematika Sub Rayon 01, Saleha menyampaikan dua hal. Pertama, kondisi kekurangan guru matematika, yang menuntut guru yang ada bekerja lebih efektif dan efisien, termasuk dengan bantuan teknologi. Kedua, beliau memaparkan cara pembuatan prompt AI agar guru mampu memberikan perintah yang tepat kepada kecerdasan buatan dan memperoleh hasil yang sesuai kebutuhan pembelajaran.
Kegiatan inti diisi oleh narasumber Agus Dwianto, Kepala SMP Negeri 1 Ngadirojo, yang membagikan tiga materi praktis bagi guru matematika:
- Pemakaian Kahoot di awal pembelajaran. Kuis interaktif ini dapat digunakan sebagai pemantik untuk membangkitkan semangat, mengecek pemahaman awal, dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
- Pembuatan multimedia pembelajaran interaktif dengan AI (Gemini). Peserta diperkenalkan cara memanfaatkan Gemini untuk membuat media pembelajaran interaktif secara lebih cepat dan mudah.
- Mengubah file HTML menjadi aplikasi website dengan Google Apps Script. Dengan cara ini, media interaktif yang telah dibuat dapat dipublikasikan sebagai aplikasi berbasis web yang mudah diakses siswa melalui perangkat masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan mendorong guru matematika di Kabupaten Wonogiri untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi, mulai dari IFP, Kahoot, hingga AI, sehingga pembelajaran matematika semakin menarik, bermakna, dan mampu menjawab tantangan zaman. Semangat ini juga diharapkan tercermin dalam karya-karya peserta pada lomba inovasi media pembelajaran yang akan segera digelar.
By Dwi Tugaswati Guru SMPN 2 Wonogiri