Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila Sub Rayon 01 Wonogiri Kembali Gelar Kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru
Wonogiri, 7 Oktober 2026 — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila Sub Rayon 01 Wonogiri kembali melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi guru pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat, interaktif, dan penuh semangat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila di era digital. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah SMPN 4 Wonogiri Bidang Humas, Nur Cahyo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi sekaligus menyambut hangat kehadiran seluruh anggota MGMP. Beliau juga menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) agar proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua MGMP Pendidikan Pancasila Sub Rayon 01 Wonogiri, Ningtyas Kusumastuti. Beliau memberikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, khususnya tiga anggota baru yang bergabung, yaitu Yayan dari SMP Bina Insani Wonogiri, Andi dari SMP Negeri 3 Ngadirojo, dan Cesara dari SMP Muhammadiyah 8 Wonogiri. Kehadiran para anggota baru ini diharapkan dapat memperkuat semangat kolaborasi dan kebersamaan antarguru di wilayah Sub Rayon 01 Wonogiri. Selain itu, Ningtyas juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi dan berbagi praktik baik agar berbagai inovasi MGMP semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Memasuki kegiatan inti, Ningtyas menyampaikan materi bertema “Inovasi Pembelajaran Digital untuk Memperkuat Karakter Bangsa: Optimalisasi IFP, Gemini AI, dan Gamifikasi Pembelajaran.” Melalui materi ini, para guru diajak untuk menggunakan teknologi secara tepat guna menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan efektif. Teknologi diharapkan tidak sekadar menjadi alat bantu mengajar, melainkan sarana untuk memperkuat karakter serta motivasi peserta didik. Mengawali sesi praktik, para peserta diajak menggunakan Mentimeter untuk memetakan kesiapan dan kondisi emosional peserta didik, sekaligus mempraktikkan pembuatan kuis interaktif yang dapat meningkatkan partisipasi aktif di kelas.


Selanjutnya, materi berfokus pada pemanfaatan Kahoot sebagai media gamifikasi pembelajaran. Melalui kuis interaktif berbasis permainan ini, guru dapat melakukan asesmen formatif yang menyenangkan, memberikan umpan balik secara cepat, serta membangun kompetisi yang sehat di antara peserta didik. Penggunaan Kahoot yang dipadukan dengan optimalisasi IFP sebagai pusat aktivitas kelas diyakini mampu mengubah paradigma pembelajaran dari yang semula berpusat pada guru (teacher-centered) menjadi berpusat pada peserta didik (student-centered).


Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini melalui pengenalan Gemini AI sebagai asisten guru. Teknologi AI ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun ide pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, merancang proyek, hingga membuat skenario diskusi. Meski demikian, penggunaan AI tetap memerlukan verifikasi dan penyesuaian dari guru agar materi yang dihasilkan tetap selaras dengan nilai-nilai Pendidikan Pancasila. Melalui kegiatan ini, MGMP Pendidikan Pancasila Sub Rayon 01 Wonogiri berkomitmen untuk terus membina budaya belajar dan berinovasi demi menghadirkan pembelajaran yang menginspirasi serta relevan dengan perkembangan zaman.

MGMP Pendidikan Pancasila Sub Rayon 01 Wonogiri terus mendorong guru untuk berinovasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Melalui optimalisasi IFP, Mentimeter, Kahoot, dan Gemini AI, guru diajak menghadirkan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan tetap berorientasi pada penguatan karakter bangsa.