Views: 4
Wonogiri, 27 September 2025 – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Rayon Wonogiri tahun 2025 resmi dibuka dengan semarak dan penuh nuansa budaya pada hari Sabtu, 27 September 2025 di SMP Negeri 1 Wonogiri. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat literasi serta pelestarian bahasa dan budaya daerah di kalangan generasi muda.
Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Sriyanto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menjaga kekayaan bahasa dan sastra Indonesia, khususnya bahasa daerah.
FTBI bukan sekadar ajang lomba, tetapi merupakan ruang pembelajaran dan pelestarian budaya. Kita ingin generasi muda tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat,” ungkap beliau.

Kemeriahan pembukaan semakin terasa dengan penampilan karawitan Bhumi Laras, grup gamelan dari MGMP Bahasa Jawa. Alunan gamelan yang khas dan penuh makna berhasil menghadirkan suasana khidmat sekaligus membangkitkan semangat cinta budaya di antara peserta dan tamu undangan. Karawitan Bhumi Laras bukan hanya sekadar hiburan pembuka, tetapi juga simbol sinergi antara pendidikan dan pelestarian budaya Jawa, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari karakter lokal.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan berbagai cabang lomba yang menjadi inti dari FTBI, yaitu
- Maca lan Nulis Aksara Jawa
- Nulis Cerkak
- Maca Geguritan
- Sesorah
- Dongeng
- Macapat
- Ndagel Ijen
Masing-masing cabang lomba diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai sekolah tingkat SMP sekabupaten Wonogiri yang sebelumnya telah melalui seleksi tingkat Sub Rayon. Para peserta tampil dengan percaya diri, menunjukkan kemampuan berbahasa, berpikir kritis, dan kreativitas mereka.
FTBI Rayon ini mendapat sambutan hangat dari para guru pendamping yang hadir. Mereka berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan dan ditingkatkan kualitasnya, karena menjadi ajang positif bagi siswa untuk berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam hal karakter dan kecintaan terhadap bahasa ibu.
Dengan kolaborasi apik antara dunia pendidikan, kebudayaan, dan kreativitas siswa, FTBI Rayon tahun ini menjadi bukti nyata bahwa bahasa dan budaya tetap hidup melalui generasi muda. Semangat ini diharapkan terus tumbuh, membawa nilai-nilai luhur bangsa ke masa depan.









Sulistyowati_SMP Negeri 4 Wonogiri
