Views: 62
DALAM rangka peningkatan kompetensi guru di era transformasi digital, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan seminar bertajuk “Penerapan Deep Learning dalam Pembelajaran Informatika” pada Sabtu, 24 Mei 2025 bertempat di SMP Negeri 1 Wonogiri, mulai pukul 08.30 hingga 12.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta, yang terdiri dari guru Informatika jenjang SMP se-Kabupaten Wonogiri. Kegiatan seminar ini dipandu oleh moderator Oneke Asri Anggraheni, S.Kom. guru SMP Negeri 1 Wonogiri guru SMP Negeri 1 Wonogiri dan Yuni Sri Handayaningrum, ST serta Susanto, S.Kom sebagai narasumber. hadir juga ditengah tengah tamu undangan yaitu Drs. Rendro Mardiyanto, M.Pd. sebagai koordinator MGMP Informatika. Para peserta seminar kali ini adalah ibu bapak guru yang tergabung dalam kombel Mata Pelajaran Informatika Kabupaten Wonogiri. seperti pada umumnya seminar ini dibuka oleh moderator dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Tri Rahayu Setyorini, S.Pd. Tak lupa pembacaan doa oleh Muh Ichsan, S.Pd. ketua MGMP Informatika Subrayon 05.
Selanjutnya adalah sambutan dari Susanto yang menjabat sebagai Ketua MGMP Informatika. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi terkini dalam proses pembelajaran, termasuk penerapan teknologi deep learning untuk mendukung personalisasi dan efektivitas pembelajaran Informatika di sekolah.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Koordinator MGMP Informatika, Rendro Mardiyanto. Beliau menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta dan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program transformasi digital pendidikan yang dicanangkan pemerintah.
Seminar dilanjutkan dengan penyampaian dua materi utama oleh narasumber yang berkompeten di bidangnya: Yuni Sri Handayaningrum memaparkan materi dengan topik “Penerapan Deep Learning dalam Pembelajaran”. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar deep learning, potensi penggunaannya dalam pendidikan, serta demonstrasi aplikasi kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran yang lebih adaptif dan berbasis data. Susanto sebagai pemateri kedua menyampaikan materi tentang asesmen berbasis teknologi. Beliau menjelaskan pentingnya pengembangan sistem asesmen digital yang mampu mengukur kemampuan siswa secara lebih objektif dan dinamis, serta memanfaatkan analisis data untuk memberikan umpan balik yang tepat bagi siswa.



Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung setelah pemaparan materi. Para peserta menyampaikan pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan teknologi AI dan asesmen digital dalam pembelajaran sehari-hari.
Kegiatan ditutup pada pukul 12.30 WIB dengan harapan bahwa ilmu dan inspirasi yang diperoleh dalam seminar ini dapat diterapkan secara nyata di kelas masing-masing. Seluruh peserta juga menerima sertifikat sebagai bukti keikutsertaan dalam kegiatan.


