1. Beranda
  2. Berita
  3. MGMP IPA Subrayon 01 Wonogiri Perkuat Literasi dan Numerasi Guru Melalui Kegiatan Pengimbasan

MGMP IPA Subrayon 01 Wonogiri Perkuat Literasi dan Numerasi Guru Melalui Kegiatan Pengimbasan

MGMP IPA Subrayon 01 Wonogiri Perkuat Literasi dan Numerasi Guru Melalui Kegiatan Pengimbasan

WONOGIRI, Sabtu 29 Agustus 2026. MGMP IPA Subrayon 01 Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pengimbasan Penguatan Literasi dan Numerasi Bagi Guru” pada pukul 09.00–11.00 WIB di SMP Negeri 3 Wonogiri. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Koordinator MGMP IPA Subrayon 01, Sri Wibowo, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMP Negeri 3 Wonogiri, Ais Widayanti. Dalam sambutannya, Ais Widayanti menegaskan pentingnya penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi pembelajaran abad ke-21 yang perlu diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Sri Hartono, yang mengajak peserta memahami bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, serta menggunakan informasi secara efektif. Sementara itu, numerasi merupakan kemampuan menggunakan konsep, fakta, prosedur, dan alat matematika untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Sri Hartono menjelaskan secara singkat mengenai level literasi dan numerasi yang menjadi acuan dalam berbagai asesmen. Level literasi menunjukkan kemampuan peserta didik dalam menemukan informasi, menginterpretasikan makna, hingga mengevaluasi dan merefleksikan isi teks. Adapun level numerasi mengukur kemampuan memahami data, melakukan perhitungan, menafsirkan informasi kuantitatif, serta menggunakan penalaran matematis untuk mengambil keputusan. Penguatan kedua kompetensi tersebut menjadi sangat penting karena tidak hanya berpengaruh pada keberhasilan belajar peserta didik, tetapi juga menjadi salah satu kompetensi yang diukur dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Lebih lanjut, peserta diajak memahami bahwa penerapan literasi dan numerasi tidak terbatas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia maupun Matematika, melainkan terintegrasi dalam seluruh aktivitas sekolah, termasuk kegiatan kokurikuler. Pada mata pelajaran IPA, misalnya, kegiatan praktikum uji makanan dapat mengembangkan numerasi melalui perhitungan jumlah tetes reagen yang digunakan, sedangkan literasi dapat diterapkan melalui pemahaman materi, penyusunan laporan praktikum, hingga pembuatan lampiran hasil pengamatan. Contoh lainnya terdapat pada materi mikroskop dan pengukuran, di mana peserta didik dilatih membaca petunjuk penggunaan alat, memahami informasi dari berbagai sumber, serta melakukan pengukuran dan interpretasi data hasil pengamatan. Penerapan literasi dan numerasi tersebut juga sejalan dengan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) dan pendekatan STEM yang menekankan keterkaitan antara sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam konteks nyata.

Kegiatan yang diikuti Guru IPA se- Subrayon 01 Wonogiri ini berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab yang hidup antara pemateri dan peserta. Berbagai contoh soal kontekstual turut dibahas sebagai inspirasi bagi guru dalam menyusun asesmen yang terintegrasi dengan literasi dan numerasi. Menutup kegiatan tersebut, Sri Hartono mengajak seluruh guru untuk tidak hanya memahami konsep literasi dan numerasi, tetapi juga menerapkannya secara konsisten dalam pembelajaran sehari-hari. “Penguatan literasi dan numerasi adalah tanggung jawab bersama. Mari kita hadirkan pembelajaran yang kontekstual, mendalam, dan relevan agar murid memiliki bekal yang kuat untuk masa depan,” imbuhnya.

Bagikan Berita

WhatsApp Facebook X (Twitter) Telegram