1. Beranda
  2. Berita
  3. Persiapan MAPSI Sub Rayon 01, MGMP PAI SMP SR 01 Menyatukan Persepsi Islami.

Persiapan MAPSI Sub Rayon 01, MGMP PAI SMP SR 01 Menyatukan Persepsi Islami.

Persiapan MAPSI Sub Rayon 01, MGMP PAI SMP SR 01 Menyatukan Persepsi Islami.

NGADIROJO – Selasa, 1 September 2026 bertempat di SMP Negeri 2 Ngadirojo dilaksanaan kegiatan persiapan dan koordinasi MGMP PAI SMP Sub Rayon 01 Wonogiri. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mematangkan persiapan sekaligus membangun semangat bersama agar pelaksanaan MAPSI ke depan dapat berlangsung lebih sukses dan mampu mengantarkan peserta terbaik hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

Kepala SMP Negeri 2 Ngadirojo Nur Satya Tri Utomo dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh anggota MGMP PAI SR 01 yang hadir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan maupun pelaksanaan kegiatan di sekolah tersebut masih terdapat berbagai kekurangan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar pelaksanaan MAPSI mendatang, khususnya dari Sub Rayon 01, dapat berjalan dengan sukses. Tidak hanya berhenti pada tingkat kabupaten, ia berharap peserta terbaik dari Sub Rayon 01 mampu melanjutkan perjuangan hingga tingkat provinsi. “Harapannya, kegiatan MAPSI dari Sub Rayon 01 dapat sukses di tingkat kabupaten dan selanjutnya mampu mewakili ke tingkat provinsi,” ungkapnya.

Sementara itu, Darmawan Basri selaku ketua MGMP PAI Rayon Kabupaten Wonogiri, menyampaikan bahwa pelaksanaan MAPSI tingkat rayon dijadwalkan pada 6 Oktober 2026. Dengan waktu persiapan yang ada, sekolah diharapkan dapat melakukan berbagai langkah strategis untuk menyiapkan peserta secara lebih matang. Tujuannya agar pada tahun ini prestasi bisa lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sembari menyampaikan beberapa prestasi di Tingkat provinsi pada tahun-tahun sebelumnya. Salah satu upaya yang didorong adalah penyelenggaraan seleksi MAPSI di tingkat sekolah atau secara internal. Menurutnya, pola tersebut penting agar proses penjaringan peserta tidak sekadar mengambil atau “comotan” siswa yang sudah dianggap memiliki kemampuan, tetapi memberikan kesempatan yang lebih luas kepada seluruh siswa untuk berpartisipasi.

Melalui seleksi internal, sekolah juga dapat menemukan potensi-potensi baru yang selama ini mungkin belum terlihat. Dengan demikian, MAPSI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan bakat, minat, dan keberanian siswa dalam bidang keagamaan dan seni Islami. Selain persoalan persiapan kompetisi, Darmawan Basri juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Sebagai guru PAI, kompetensi utama tetap harus menjadi perhatian, salah satunya adalah kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan lancar.

Kemampuan tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi guru PAI dalam menjalankan tugas pendidikan. Guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik dalam praktik keagamaan, termasuk dalam membaca Al-Qur’an. Dalam kesempatan yang sama, ia juga mendorong para guru PAI untuk aktif mengikuti workshop dan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi. Partisipasi dalam kegiatan tersebut dinilai memberikan banyak manfaat, terutama dalam membantu guru menyesuaikan administrasi pembelajaran dengan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru. Workshop juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, memperbarui wawasan, serta menemukan berbagai pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.

Sementara itu, Mujiono selaku ketua MGMP PAI Sub Rayon 01 Wonogiri, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala SMP Negeri 2 Ngadirojo yang telah bersedia menjadi tempat pelaksanaan kegiatan. Ia berharap dukungan dan kerja sama antarsekolah dapat terus terjalin sehingga berbagai agenda MAPSI dapat dipersiapkan dan dilaksanakan secara optimal. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan technical meeting. Dalam sesi tersebut dibahas berbagai hal teknis berkaitan dengan pelaksanaan MAPSI, termasuk mekanisme penjurian dan pembagian tugas. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah upaya mewujudkan efisiensi dalam penggunaan juri mandiri, namun tetap mengedepankan objektivitas. Mekanisme tersebut diharapkan mampu membuat pelaksanaan perlombaan berjalan lebih efektif, transparan, dan adil bagi seluruh peserta. Melalui koordinasi dan persiapan yang lebih matang, MAPSI Sub Rayon 01 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi benar-benar menjadi wadah untuk menemukan, mengembangkan, dan memberikan ruang bagi potensi terbaik siswa dalam bidang keagamaan dan seni Islami. Semangat kebersamaan antara sekolah, guru, dan peserta didik menjadi modal penting untuk mewujudkan target tersebut. Dengan persiapan sejak tingkat sekolah, diharapkan semakin banyak siswa yang mendapatkan kesempatan untuk tampil, berkompetisi, sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Bagikan Berita

WhatsApp Facebook X (Twitter) Telegram