Views: 7

Hening Widati, S.Pd._SMP Negeri 1 Nguntoronadi

SAMPAH adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah seringkali mengacu kepada material sisa yang tidak diinginkan atau tidak bermanfaat bagi manusia. Sampah alam meupakan sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.

SMP Negeri 1 Nguntoronadi yang terletak di Kecamatan Nguntoronadi merupakan salah satu seklah menengah pertama yang berada di kaki gunung dimana kondisi alam yang sangat banyak pepohonan dan sangat berpotensi menghasilkan sampah alam. Banyaknya dedaunan dan ranting kering yang berjatuhan dipagi hari membuat salah satu ancaman mengurangi kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk itu SMP Negeri 1 Nguntoronadi mencari solusi pengolahan sampah menjadi pupuk organik sekaligus membantu dalam upaya program Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten.

Secara alami, sampah organik mengalami pembusukan atau penguraian oleh mikroba atau jasad renik seperti bakteri, jamur dan sebagainya. Penguraian yang terjadi bergantung pada kondisi lingkungan. Semakin optimal kondisi lingkungan, semakin cepat penguraian yang terjadi.

Pengolahan kompos yang sering dilakukan saat ini adalah dengan penambahan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms) EM4 merupakan bahan yang membantu mempercepat proses pembuatan pupuk organik dan meningkatkan kualitasnya. mikroorganisme yang terdapat di dalamnya secara genetika bersifat asli bukan rekayasa. mikroorganisme yang terdapat dalam EM4 memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas pupuk organik, sedangkan ketersediaan unsur hara dalam pupuk organik sangat dipengaruhi oleh lamanya waktu yang diperlukan bakteri untuk mendegradasi sampah. umumnya EM4 dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat. Hasil analisis kandungan unsur hara makro C organik, N total , P205, K20 dan C/N Ratio pada pupuk organik takakura tinggi. Sehingga apabila ditambah dengan tanah maka dapat meningkatkan kesuburan tanah yang dilakukan dengan penambahan bioaktivator EM4.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembuatan pupuk organik ini dilakukan oleh para peserta didik didampingi oleh bapak ibu guru SMP negeri 1 Nguntoronadi. Tak hanya guru, bahkan kepala sekolah pun juga ikut berpartisipasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Joko Pramono selaku Kepala Sekolah SMP Ngeri 1 Nguntoronadi juga memberikan apresiasi terhadap pembuatan pupuk PORDADING ini sekaligus sebagai solusi tepat pengurangan serta pemanfaatan sampah organik. Di sisi lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri dalam kunjungannya di SMP Negei 1 Nguntoronadi mengungkapkan bahwa inovasi ini menjadi salah satu pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik terintegrasi dengan program sekolah Adiwiyata.